LITERASI KELAS AWAL

 LITERASI KELAS AWAL

OLEH:

NI PUTU AYU TINA ARIYANI


Judul Buku    : Petualangan Pertama; The First Adventure

Penulis            : Jason Chapman

Penerbit          : Erlangga For Kids

Tahun              : 2011

1.      Sinopsis Cerita

The First Adventure merupakan cerita anak-anak yang berisi kumpulan petualangan persahabatan 3 hewan. The first Adventure ini menceritakan tentang petualangan pertama di lautan oleh 3 sekawan, yaitu Ted, Bo, dan Diz. Dalam petualangannya mereka menemukan keluarga beruang kutub dan bayi anjing laut tertidur diatas pecahan gunung es. Pecahan gunung es semakin lama semakin mengecil dan mereka harus menemukan jalan keluarnya. Lalu Ted meminta tolong kepada keluarga ikan paus agar mereka bisa selamat dari pecahan gunung es.


2.      Ketepatan Buku Cerita

Cerita tersebut cocok dibacakan untuk peserta didik kelas awal yaitu kelas satu, kelas dua dan kelas tiga karena,

1). Kalimat di dalam cerita sangat sederhana tidak terlalu berbelit-belit,

2). Ukuran huruf besar,

3). Mempunyai gambar disetiap ceritanya dan warna yang menarik

4). Tokoh dari cerita tersebut terdiri dari hewan,

5). Bahasa yang mudah dimengerti,

6). Latar dan alur yang menarik peserta didik untuk membacanya,

Dalam cerita tersebut binatang-binatang bertingkah laku seperti manusia. Sehingga peserta didik mampu tertarik membaca cerita tersebut serta mampu mengembangkan imajinasinya, membantu mereka mempertimbangkan kehidupan, serta pengalaman atau gagasan dengan berbagai cara. “Dengan adanya gerakan membaca peserta didik dapat meningkatkan keterampilan membaca, menambah ilmu pengetahuan dan memperkuat pondasi dalam hal kesadaran literasi agar selalu tertanam dalam diri peserta didik” (Hastuti & Lestari, 2018).

 

3.      Keunggulan Buku Cerita

Setiap buku cerita pasti mempunyai keunggulan masing-masing. Untuk kelas awal terutama kelas satu, kelas dua dan kelas tiga yang mempunyai karakteristik sebagai berikut.

1). Konkret, yaitu pada tahap ini peserta didik belajar dari hal-hal nyata yang memanfaatkan lingkungan sekitar dalam proses pembelajaran. Jika dikaitkan dengan keunggulan cerita tersebut dari segi tokohnya terdapat tokoh berupa binatang, binatang adalah salah satu unsur yang dekat dengan lingkungan peserta didik. Para binatang ini digambarkan memiliki akal dan berbicara seperti manusia untuk menanamkan moral bagi peserta didik. “Fabel dapat membentuk kepribadian anak dan orang dewasa diperankan oleh binatang” (Juanda, 2018).

2). Integratif, yaitu pada tahap peserta didik kelas awal masih memandang sesuatu sebagai satu keutuhan. Jika dikaitkan dengan keunggulan cerita tersebut dari segi paparan informasinya nilai-nilai yang ada dalam cerita tersebut diterapkan dalam proses pembelajaran. Konsep integratif dalam cerita The First Adventure menghubungkan berbagai bidang yang mencerminkan dunia nyata di sekeliling peserta didik dan perkembangan peserta didik. Misalnya dari konsep kognitif peserta didik diajarkan untuk nilai-nilai yang ada dalam pembelajaran misalnya pembelajaran tematik, dari konsep afektif peserta didik diajarkan untuk saling toleransi terhadap sesama serta konsep psikomotornya peserta didik diajarkan untuk bisa melatih skills yang ada dalam diri peserta didik.

3). Hierarkis, yaitu cara belajar anak yang berkembang secara bertahap dari hal yang sederhana ke hal yang lebih kompleks. Jika dikaitkan dengan keunggulan cerita The First Adventure dari segi penyajian cerita tersebut memakai huruf yang besar dan mempunyai banyak warna dan gambar. Peserta didik kelas awal lebih suka tertarik dengan adanya gambar pada buku cerita dengan itu mereka bisa latihan berimajinasi dan mengembangkan daya pikir mereka.

4). Senang merasakan atau melakukan dan memperagakan sesuatu secara langsung. Bagi peserta didik kelas awal, materi pelajaran akan lebih dipahami jika peserta didik melaksanakan sendiri konsep tersebut. Jika dikaitkan dengan keunggulan cerita The First Adventure informasi yang didapatkan dari cerita tersebut berupa nilai-nilai kehidupan yang berkembang di masyarakat sehingga peserta didik mampu melakukan sikap-sikap yang ada pada buku cerita tersebut.

5). Mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. Anak-anak sd usia ini sangat kritis mereka sering mengajukan pertanyaan-pertanyaan diluar dugaan. Jika dikaitkan dengan keunggulan cerita The First Adventure dari segi alur ceritanya berpusat pada satu cerita sehingga tidak membingungkan anak. Setiap peristiwa dalam ceritanya menunjukkan hubungan sebab akibat yang diungkap secara jelas dan digambarkan secara menarik. Hal tersebut mampu membuat peserta didik untuk mengembangkan berpikir kritis.

Pendapat tersebut di dukung oleh pendapat Resmini (2010) yang menyatakan “buku bacaan di usia awal sd memiliki ciri-ciri sebagai berikut”.

1.      Bentuk Penyajian

Bacaan sastra untuk anak-anak dari segi bentuk penyajian memiliki ciri tertentu dibandingkan dengan bentuk penyajian bacaan sastra untuk orang dewasa. Bentuk penyajian sastra anak-anak memperhatikan format buku, bentuk huruf, variasi warna kertas, ukuran huruf, dan kekayaan gambar. Ilustrasi gambar sampul hendaknya mewakili tema yang digarap dalam buku itu dan harus disesuaikan dengan khalayak penikmatnya (siswa SD). Bentuk buku yang diperuntukkan bagi anak-anak sebaiknya dipilihkan bentuk persegi panjang yang horizontal dengan ukuran disesuaikan, misalnya kelas awal dan menengah digunakan ukuran 20,5 x 28 cm, sedangkan untuk kelas tinggi 20,5 x 23 cm. Penjilidan juga turut menentukan minat anak, sebaiknya buku dijilid tebal sehingga tidak mudah rusak, dan divariasikan dengan warna yang variatif yang memberikan efek visual yang menarik.

Ukuran dan bentuk huruf hendaknya tidak terlalu kecil, tetapi juga tidak terlalu besar, sehingga tidak menyulitkan anak saat membacanya. Setiap buku yang diperuntukkan bagi anak-anak juga diharapkan dicetak dalam kertas putih bersinar sehingga memberikan efek visual yang lebih terutama bila di dalamnya disajikan banyak gambar dengan menggunakan ilustrasi multiwarna sebagai pengayaan yang memudahkan anak memahami cerita dan membuat mereka lebih tertarik. Ilustrasi gambar sebagai alat penceritaan harus mampu membuat cerita lebih hidup dan yang lebih penting harus menunjukkan adanya harmoni atau kesesuaian dengan cerita. Dengan demikian, bila anak melihat gambar, maka mereka akan terdorong untuk lebih melatih dirinya dalam mengembangkan persepsi, imajinasi dan bahasa melalui gambar tentang realitas yang dia amati. Gambar yang berisi realitas-imajinasi yang akan dia amati dalam buku cerita yang akan dilihat dibahasakan sebaiknya jangan disajikan memenuhi satu halaman karena akan mengganggu persepsi anak.

2.      Bahasa yang Digunakan

Ditinjau dari bahasa, bacaan cerita anak-anak sebaiknya memiliki ciri menggunakan bahasa yang sederhana. Penggunaan bahasa mempertimbangkan perkembangan bahasa anak usia SD baik dari segi penguasaan struktur tata bahasa maupun dari segi kemampuan anak dalam memproduksi dan memahaminya. Teks yang berupa sistem tanda ini menghadirkan gambaran makna dan pengertian tertentu yang dapat dipahami melalui proses decoding dengan mengidentifikasi tulisan, kata-kata, rentetan kata, kombinasi hubungan kalimat atau satuan bentuk yang ditransformasikan sebagai kalimat sampai pada untaian satuan sintaktik tertentu yang dikembangkan dalam bentuk paragraph atau dalam satuan yang lebih besar (wacana).

Keseimbangan, kemulusan dan kelancaran proses pemahaman bacaan sastra oleh anak juga ditentukan oleh penggunaan kata-kata yang dari segi bentuk dan maknanya berbeda. Dari segi kalimat, sebaiknya digunakan kalimat sederhana dalam arti tidak terlalu panjang dan tidak banyak menggunakan pelesapan kata. Dengan demikian, agar pengekspresian sesuatu lewat wahana bahasa yang terwujud dalam bentuk teks dan tersusun dalam bentuk sebuah cerita itu mudah dipahami anak, maka penggunaan bahasa sangatlah perlu diperhatikan kesesuaiannya terutama dengan tingkat kemampuan membaca anak.

3.      Tokoh, Penokohan, Latar, Plot dan Tema

Dari segi tokoh, bacaan cerita anak-anak menampilkan tokoh yang jumlahnya tidak terlalu banyak (tidak melebihi 6 pelaku). Ini dimaksudkan agar tidak membingungkan anak dalam memahami alur cerita yang tergambarkan lewat rentetan peristiwa yang ada. Penokohan atau karakterisasi tokoh dilakukan dengan tegas dan langsung menggambarkan wataknya dengan dilengkapi oleh penggambaran fisik dengan cara yang jelas. Karakterisasi juga bisa dilakukan melalui penggambaran perilaku tokoh-tokoh yang tergambarkan dalam alur. Motivasi dan peran yang diemban para tokoh digambarkan dengan tegas secara imajinatif.

Latar cerita anak hendaknya menggambarkan tempat-tempat tertentu yang menarik minat mereka, misalnya tempat persembunyian John Wayne (dalam “Batman”) atau Clark (dalam “Superman”) saat mereka mengganti baju atau berubah menjadi tokoh Batman dan Superman dalam cerita jenis fantasi. Dalam jenis cerita lain tempat hendaknya disesuaikan kedekatannya dengan kehidupan anak misalnya, lingkungan rumah, sekolah, tempat bermain, kebun binatang, dan lain-lain. Latar cerita yang digunakan harus mampu mengaktualisasikan dan menghidupkan cerita.

Dari segi alur atau plot, bacaan cerita anak-anak mengandung plot yang bersifat linier dan berpusat pada satu cerita sehingga tidak membingungkan anak. Rentetan peristiwanya dikisahkan dengan cara yang tidak kompleks dan menunjukkan hubungan sebab akibat yang diungkap secara jelas dan digambarkan secara hidup dan menarik. Tema bacaan cerita anak biasanya sesuai dengan minat mereka misalnya tentang keluarga, berteman, cerita misteri, petualangan, fantasi, cerita yang lucu-lucu, tentang binatang, cerita kepahlawanan, dan sebagainya.

4. Educational Purpose dan Kompetensi yang Terdapat dalam Buku Cerita

Buku ini mengandung educational purpose yaitu tujuan pendidikan baik itu pendidikan kompetensi sikap, pengetahuan, maupun keterampilan. Untuk kompetensi sikap buku ini mengandung sikap toleransi dan sikap peduli sosial, untuk kompetensi pengetahuan buku ini mengandung pengetahuan sains yang didalam kurikulum 2013 terintegrasi, sedangkan untuk kompetensi keterampilan buku ini mengandung skill yang ada di dalam diri peserta didik. Jadi, di dalam buku cerita The First Adventure mengandung tiga kompetensi tersebut, peserta didik dilatih untuk mengembangkan berpikir kritisnya. Berikut ini pemaparan dari 3 kompetensi yang terdapat dalam buku cerita The First Adventure.

1.    Kompetensi sikap yang bisa dipelajari dari buku The First Adventure adalah sebagai berikut.

1). Sikap toleransi. Sikap toleransi berarti suatu sikap saling menghormati dan menghargai antar kelompok dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya. Sikap toleransi pada cerita The First Adventure dapat terlihat pada cuplikan cerita berikut ini.


Dalam cerita tersebut Ted, Bo dan Diz bermain bersama dengan keluarga beruang kutub dan bayi anjing laut, mereka membuat istana salju di atas pecahan gunung es.  Hal ini menunjukkan sikap yang saling menghormati antara pemeran cerita tersebut.  Jika dikaitkan dengan pembelajaran Kurikulum 2013 di kelas awal yaitu pada kelas 2 muatan materi PKn cerita ini termasuk ke dalam tema 5 (Pengalamanku), sub tema 1 (Pengalamanku di rumah) dan pembelajaran 2.  Dalam pembelajaran tersebut peserta didik belajar untuk saling menghormati dan menghargai antar sesama agar tidak terjadi suatu perpecahan selain itu peserta didik diharapkan menanamkan sikap toleransi antar beragama.

2). Sikap peduli sosial.  Sikap peduli sosial yaitu sebuah sikap ketergantungan dengan kemanusiaan         dan rasa peduli terhadap orang-orang disekitar.  Sikap peduli sosial pada cerita The First                        Adventure dapat terlihat pada cuplikan cerita berikut ini. 


2. Kompetensi pengetahuan yang bisa dipelajari dari buku The First Adventure adalah sebagai berikut.

1). Perubahan wujud benda. Perubahan wujud benda yaitu peristiwa perubahan bentuk suatu benda menjadi bentuk benda lain yang berbeda. Ini terjadi kerena pelepasan dan penyerapan kalor. Biasanya terjadi akibat tindakan pemanasan, pendinginan dan pengembunan. Perubahan wujud benda pada cerita The First Adventure dapat terlihat pada cuplikan cerita berikut ini.        


    Dalam cerita tersebut tampak pecahan gunung es retak dan mulai mencair dan Bo mengambil pecahan gunung es hingga mencair. Mereka melihat pecahan gunung es yang semula besar berubah menjadi sebesar kerikil di pantai. Jika dikaitkan dengan pembelajaran Kurikulum 2013 di kelas awal yaitu pada kelas 3 muatan materi Bahasa Indonesia cerita ini termasuk ke dalam tema 3 (Benda di sekitarku), sub tema 3 (Perubahan wujud benda) dan pembelajaran 1. Dalam pembelajaran tersebut peserta didik dapat mengembangkan kognitifnya yang berguna bagi lingkungannya, serta dapat mengetahui proses perubahan wujud benda disamping itu dapat mengembangkan kreativitas peserta didik serta melatih peserta didik berpikir kritis.    


2). Pelampung yang mengambang. Ini terjadi karena pelampung berisi gas dan terbuat dari plastik, sehingga jika diletakkan di air pelampung bisa mengambang. Pelampung yang mengambang pada cerita The First Adventure dapat terlihat pada cuplikan gambar berikut ini.


Dalam cerita tersebut terlihat Ted, Bo dan Diz sedang bersantai diatas pelampung dan mereka pun melihat keluarga berung serta bayi anjing laut. Jika dikaitkan dengan pembelajaran Kurikulum 2013 di kelas awal yaitu pada kelas 3 muatan materi Bahasa Indonesia cerita ini termasuk ke dalam tema 3 (Benda di sekitarku), sub tema 1 (Aneka benda di sekitarku) dan pembelajaran 4. Dalam pembelajaran tersebut peserta didik dapat mengembangkan berpikir kritisnya serta melatih kreatifitas dan inovasinya.


3. Kompetensi keterampilan yang bisa dipelajari dari buku The First Adventure adalah sebagai berikut.

1). Gerakan mendayung. Gerakan mendayung terdiri dari gerakan dorongan dan tarikan. ranah psikomotor selalu berkaitan dengan keterampilan (skills), psikomotor berhubungan dengan aktivitas fisik. Gerakan mendayung pada cerita The First Adventure dapat terlihat pada cuplikan gambar berikut ini.

 


Dalam cerita tersebut Ted tampak mendayung perahu jauh ke tengah lautan untuk mencari bantuan agar mereka selamat dari pecahan gunung es. Jika dikaitkan dengan pembelajaran Kurikulum 2013 di kelas awal yaitu pada kelas 1 muatan materi SBdP pada tema 6 (Lingkungan bersih, sehat dan rapi), sub tema 2 (Lingkungan sekitar rumahku) dan  pembelajaran 1. Dalam pembelajaran tersebut peserta didik dapat mengembangkan keterampilan dalam hal menari seperti gerakan menyapu dan mendayung. Disamping itu peserta didik dapat melatih kekuatan otot lengan.


2). Gerakan melompat. Gerakan melompat merupakan salah satu bagian dari ranah psikomotor. Karena terdapat aktivitas fisik didalamnya. Gerakan melompat pada cerita The First Adventure dapat terlihat pada cuplikan cerita berikut ini.


Dalam cerita tersebut Daratan es di bawah kaki Diz terpecah. Diz pun terpeleset tapi untungnya Diz mampu melompat jauh dan tinggi kemudian mendarat dengan selamat. Jika dikaitkan dengan pembelajaran Kurikulum 2013 di kelas awal yaitu pada kelas 1 muatan materi PJOK pada tema 1 (Diriku), sub tema 1 (Aku dan teman baru) dan pembelajaran 2. Dalam pembelajaran tersebut peserta didik diajarkan gerakan lokomotor yang dapat mengembangkan kekuatan otot kaki, kelincahannya, kelenturan serta keseimbangannya dalam berolahraga.


3). Keterampilan berbahasa inggris, Bahasa inggris merupakan bahasa universal penggunaan dan pembelajaran bahasa inggris menjadi suatu yang mutlak dipelajari bagi seseorang dalam menghadapi tantangan yang muncul pada abad 21. Keterampilan berbahasa inggris dapat dilatih pada cerita The First Adventure yang terlihat pada cuplikan cerita berikut ini.



Dalam cerita The Frist Adventure, peserta didik disuguhi dengan cerita Bahasa inggris dan pengertiannya. Hal ini mampu melatih peserta didik terutama di kelas awal untuk mengembangkan keterampilan berbahasanya, tentu jika dikaitkan dengan pembelajaran Kurikulum 2013 di kelas awal yaitu pada kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 muatan materi Bahasa Inggris sangat penting, dengan membaca buku cerita bilingual sedini mungkin peserta didik dapat meningkatkan keterampilan berbahasa inggrisnya mengingat keterampilan berbahasa sangat dibutuhkan pada abad 21. 


5. Entertainment Purpose

Buku ini mengandung entertainment purpose yang dapat ditemukan dalam cerita The First Adventure adalah sebagai berikut.

1). Bentuk dari penokohannya berupa gambar hewan, Dilihat dari ceritanya Ted, Bo dan Diz sedang berpetualang di lautan dan dipertengahan jalan mereka bertemu dengan keluarga beruang kutub dan bayi anjing laut. Ted dan Diz merupakan anak dari hewan beruang, Bo merupakan hewan zebra. Jadi dilihat dari pemaknaannya peserta didik diharapkan bisa belajar nilai kehidupan dari semenjak kecil. Layaknya dongeng fantasi lainnya memiliki makna dan banyak nilai pembelajaran yang positif bagi setiap peserta didik. Selain keberanian untuk memilih jalan hidup, kejujuran, hingga kegigihan untuk menghadapi kesulitan, nilai-nilai kehidupan di balik cerita tersebut.

2). Warna dari buku cerita tersebut membawa kesenangan sehingga membuat peserta didik tertarik dalam membacanya. Terlihat dari buku cerita The First Adventure terdapat banyak warna didalamnya. Jadi, jika dilihat dari pemaknaannya warna mampu mengembangkan imajinasi peserta didik. Kolaborasi antara tulisan, gambar dan warna sama-sama penting dalam komunikasi dan menyampaikan pesan cerita kepada peserta didik.

3). Ilustrasi gambar dari buku cerita tersebut mampu membuat cerita lebih hidup dan menunjukkan adanya harmoni atau kesesuaian dengan cerita. 



Jadi jika peserta didik melihat gambar, gambar membantu peserta didik memvisualisasi cerita, jika mereka tidak mengerti beberapa kata, gambar bisa membantu menjelaskan arti kata-kata tersebut. Peserta didik bisa menangkap isi cerita dari gambar yang ada. Gambar yang berisi realitas dan imajinasi yang diamati dalam buku cerita yang akan dilihat dibahasakan sebaiknya jangan disajikan memenuhi satu halaman karena akan mengganggu persepsi anak.

4). Dari segi alur atau plot, bacaan cerita anak-anak mengandung alur yang bersifat linier dan berpusat pada satu cerita sehingga tidak membingungkan anak. Dilihat dari alur ceritanya suatu hari yang cerah 3 sekawan binatang Ted, Bo dan Diz sedang melakukan petualangan. Lalu, mereka menemukan keluarga beruang kutub yang terdampar di lautan. Ted meminta tolong kepada keluarga ikan paus agar mereka bisa selamat dari pecahan gunung es yang semakin mengecil. Ted pun datang bersama dengan keluarga ikan paus dan mereka pun selamat dari bahaya. Jadi, jika dilihat dari pemaknaannya rentetan peristiwanya dikisahkan dengan cara yang tidak kompleks dan menunjukkan hubungan sebab akibat yang diungkap secara jelas dan digambarkan secara hidup dan menarik.

 

6. Kelemahan Buku Cerita

Setiap keunggulan buku cerita pasti mempunyai sebuah kelemahan. Kelemahan dari buku cerita The First Adventure yaitu terletak pada tata bahasanya yang tidak menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penggunaan Bahasa yang kurang baik akan mengakibatkan peserta didik kesulitan untuk memahami kata maupun kalimat yang ada didalam buku cerita tersebut.




Daftar Rujukan

 

Hastuti, Sunu & Lestari, Nia Agus. (2018). Gerakan Literasi Sekolah Implementasi Tahap Pembiasaan dan Pengembangan Literasi di SD Sukorejo Kediri. Jurnal Basa Taka, 1(2), 31.

 

Juanda. (2018). Eksplorasi Nilai Fabel Sebagai Sarana Alternatif Edukasi Siswa. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 18(2), 295.

 

Resmini, Novi. (2010). Sastra Anak dan Pengajarannya di Sekolah Dasar. Online Article. Diakses dari file.upi.edu/Sastra pada 16 Januari 2020.

 

 


Comments